![]() | ||
Gamabr 1.Peta Topografi daerah pengukuran
|
Science, Art, Technology, and Culture
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
![]() | ||
Gamabr 1.Peta Topografi daerah pengukuran
|
| Penampang 2d Hidrostratigrafi |
Gambar 1. Bentuk flate base elektroda
|
| Gambar 1. Konfigurasi Half Schlumberger Barounis dan Karidima (2011)
Elektroda potensial bergerak dengan cara
beraturan misalkan 3.2 m , 5 m, 6 m dan seterusnya. Sementara jarak elektroda B
(L) memiliki jarak 3x(AB/2). Contoh untuk target kedalaman 50 m. maka jarak
maksimum elektroda arus adalah 50 m dari titik tengah sehingga jarak untuk
elektroda B yang tetap adalah 150 m. Untuk pengambilan data seterusnya yang
dipindah hanyalah elektroda A saja. Faktor geometri untuk konfigurasi
half schlumberger adalah :
Sedangkan Akintorinwa dan Abiola, (2012)
membuat konfigurasi half schlumberger seperti gambar 2. Bedanya dengan susunan Barounis
dan Karidima (2011) adalah pemasangan elektroda yang posisinya tegak lurus
dengan titik tengah. Untuk perpindahan elektroda arus nya sama saja yaitu hanya
satu elektroda saja. Faktor geometri dari susunan elektroda seperti ini adalah
:
Sumber :
Barounis, N. a. (2012). Application of Half Schlumberger Configuration Detcting Karstic Cavities and Void for Wind Farm Site in Greece. Journal of Earth Sciences and Geotechnical Engineering , 101- 116.
J, Akintorinwa. O., & O, Abiola. (2012). Comparasion of Schlumberger and Modified Schlumberger Array VES Interpretation Result. Research Journal in Engineering and Applied Sciences , 190-196.
Nejad, H. T., Mumipor, M., Kaboli, R., & Najib, O. A. (2011). Vertical Electrical Sounding (VES) Resistivity Survey Technique to Explore Groundwater in an Arid Region, Southeast Iran. Journal of Applied Science
|
| Hasil interpretasi litologi berdasarkan tahanan jenis batuan |
| Perbandingan antara litologi dan nilai tahanan jenis batuan |
Air tanah merupakan sumber air minum untuk masyarakat, selain itu air tanah digunakan untuk kebutuhan industri, pertambangan dan pertanian. Semakin bertambahnya manusia dan industri maka air tanah dapat tercemar atau terkontaminasi oleh limbah industri atau limbah rumah tangga. Keberadaan air tanah dapat dibedakan menjadi dua yaitu air pada vadose zone dan air yang terdapat pada phreatic zone. Vadose zone merupakan air anah yang relatif dangkal. Zona phreatic merupakan air tanah dalam yang terdiri dari zona saturasi dan non saturasi. Air yang ada pada vadose zone dan phreatic zone dapat terkontaminasi dari permukaan apabila lapisan penutupnya memiliki porositas yang besar dan permeabilitas yang besar atau kandungan lempungnya sangat sedikit.
Sebaran kontaminasi akuifer air tanah dapat diketahui dengan menghitung parameter akuifer seperti porositas, permeabilitas, hidraulik konduktivitas, storativitas dan termisivitas. Parameter tersebut dapat diketahui dengan malakukan pumping test (tes pompa). Melakukan tes pemompaan memerluka biaya yang mahal dan waktu yang lama. Oleh sebab itu, metode geolistrik dapat dijadikan sebagai alternatif untuk melakukan perhitungan parameter akuifer.
Untuk lapisan horizontal homogen isotropis hubungan antara reistivitas batuan dan ketebalan akuifer dapat dituliskan dalam bentuk resistansi transvesal (R) dan konduktansi longitudinal (S) sebagai berikut :