This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Showing posts with label Sounding. Show all posts
Showing posts with label Sounding. Show all posts

Monday, 16 November 2015

Cara Membuat Korelasi Litologi dengan Surfer

Korelasi litologi diperlukan untuk memenentukan sebaran litologi yang sama di sekitar titik ukur. Paling sedikit dibutuhkan dua titik pengukuran untuk melakukan korelasi atau membuat cross section. Data yang digunakan bisa menggunakan data apa saja. Kebetulan tutorial yang akan saya buat menggunakan data VES. Mengenai pengolahan data sounding sudah pernah saya tulis di Pemodelan Litologi dari Data Geolistrik konfigurasi Schlumberger

Software utama yang digunakan untuk pengolahan data sounding adalah IP2win dan untuk membuat korelasi menggunakan surfer. Langkah –kangkah untuk membuat korelasi litologi sebagai berikut :

Buka software IPI res3 seperti pada Gambar 1

Gambar 1. Shorcut software IPI re3

Buka file dengan ekstensi IPI format. File ini diperoleh dari cross section ketika kita mengolah data dengan IP2win. Setelah datanya terbuka maka akan disajikan menu seperti pada Gambar 2.
Gambar 2. Menu software IPI re3
 Horizontal scale digunakan untuk mengatur skala horizontal dan vertical scale digunakan untuk mengatur skala vertikal, atur skala, atur huruf untuk nilai resistivity. setelah selesai mengatur semuanya kemudian klik make EMF maka akan menampilkan korelasi data sounding seperti pada Gambar 3.


Gambar3. Section form dari software IPI res3

Untuk membuat korelasi litologinya kemudian buka software surfer.. Kemudian  klik base map atau menu map-new. Base map. Pilih data yang tadi disave dari IPI res3 dengan ekstensi .emf.


Gambar 4. Input data dari IPI res3 di surfer

Langkah selanjutnya adalah membuat korelasi nilai resistivitas yang sama ntuk menentukan lapisan batuan. Caranya adalah dengan mengklik menu – draw - polygon atau mengklik Gambar polygon seperti ditunjukan panah merah (Gambar 5)
Gambar 5. Menu polygon di surfer

Setelah itu menentukan titik mana saja yang akan kita korelasikan. Pada contoh ini saya akan mengkorelasikan titik dengan nilai tahanan jenis 10- 100 ohm.m sebagai pasir. Awalnya polygon yang kita buat hanya berupa garis hitam dan background putih. Untuk merubah warna tampilan tersedia menu property manager disana dapat merubah warna background, garis dan pattern yang akan digunakan.
Gambar 6, Properti manager polygon

Untuk mengedit polygon yang sudah kita buat menggunakan menu reshape seperti pada Gambar7. Caranya klik polygon yang akan kita edit kemudian klik reshape (panah merah) sehingga akan muncul titik warna putih. Titik tersebut yang akan diedit. Caranya tekan mouse sebelah kiri geser titik tersebut sesuai ke inginan kita. Untuk menambahkan titik tekan Ctrl. Untuk menghapus, klik titik tadi sehingga warnanya hijau kemudian tekan tombol delete. Hasil editing polygon seperti Gambar 7. 

Gambar 7. Edit polygon 

Gambar 8. Bentuk polygon setelah di edit.

Langkah selanjutnya adalah menambahkan label caranya klik draw-text atau klik huruf A ditunjukan oleh panah pada Gambar 7. Setelah itu klik polygon maka akan muncul jendala untuk menuliskan label seperti pada Gambar 8. Setelah menuliskan isi teksnya kemudian klik oke.

Gambar 9. Membuat teks

Lakukan pembuatan polygon untuk semua layer atau lapisan sehingga terbentuk penampng atau cross section seperti Gambar 10. 
Gambar 10. hasil dari korelasi data geolistrik 1d.
Sekian tutorial singkat mengenai pembuatan korelasi litologi batuan secara manual. Jika ingin diskusi bisa meninggalkan komentar atau mengirimkan email 





Sunday, 1 March 2015

Pemodelan Litologi dari Data Geolistrik konfigurasi Schlumberger

Beberapa hari yang lalu telah dijelaskan bagaimana mengkorelasikan data geolistrik 1D menjadi 2D. Saat ini akan dijelaskan secara singkat bagaimana membuat model litologi dari data geolistrik. Sebelum membuat model litologi yang harus dipahami adalah bagaimana hubungan antara reisistivitas batuan atau hambatan jenis batuan dengan litologi batuan. .

Sebelum melakukan interpretasi data geolistrik alangkah baiknya memahami tabel nilai resistivitas  batuan. Setiap batuan memiliki nilai reistivitas yang berbeda, batuan beku dan metamorf pada umumnya memiliki nilai resistivitas yang lebih besar dibandingkan dengan batuan sedimen. Namun, pada saat batuan beku atau metamorf memiliki rekahan yang terisi oleh fluida maka nilai reisistivitas nya sedang sampai rendah. Selain tabel resistivitas batuan, yang paling penting adalah peta geologi regional. Peta geologi ini berguna untuk mengetahui batuan apa saja yang ada didaerah penelitian. Untuk beberapa studi seperti geotermal, pencemaran air tanah dan geoteknik selain menggunakan metode geofisika dilakukan dengan metode yang lain seperti magnetik, gravity dan borehole.

Dari studi pustaka dan peta geologi daerah penelitin. Data resistivitas dikelompokan berdasarkan jenis batuan. Pengelompokan data ini digunakan untuk mempermudah dalam melakukan interpretasi. Nilai hambatan 1-10 ohm merupakan lempung, 11-20 ohm lempung pasiran, 21-30 ohm pasir lempung, 31-40 ohm pasir. Setelah mengelompokan nilai hambatan kemudian membuat type litologi dengan cara pilih lithology kemudian klik lithology type pada software rockwork. Masukan jenias batuan dan pattern batuan. seperti pada gambar dibawah ini :

Lithology type manager
Lithology type manager
Setelah membuat jenis litologi kemudian klik menu lithology isi interval kedalaman dan jenis batuan berdasarkan hasil interpretasi seperti gambar dibawah ini:
Interpretasi litologi
Interpretasi litologi
Lakukan langkah diatas untuk semua sumur. Setelah selesai semuanya diisi kemudian dilakukan proses pemodelan litologi. Langkah ini hampir sama dengan dengan pemodelan nilai resistivity. Bedanya untuk memodelkan litologi sudah ada menun kusus seperti pada gambar dibawah ini :
Menu untuk pemodelan litologi
Menu untuk pemodelan litologi[/caption]
Menu litologi memiliki fungsi yang banyak seperti pemodelan 3D, profil, section, fence dan pembuatan peta isopach 3D dan 2D. Silahkan coba sendiri sub menu tersebut. Namun pada kesempatan ini hanya akan dijelaskan cara membuat section dan model 3d. untuk membuat model 3d silahkan pilih model, setelah itu akan ada petunjuk dalam bahasa inggris untuk melakukan pemodelan 3d. Jadi penggunakan rockwork ini lebih mudah karena setiap langkah sudah ada instruksinya.
Prosesing pembuatan model litologi
Prosesing pembuatan model litologi
Berikut ini merupakan hasil pemodelan litologi dari data geolistrik menggunakan konfigurasi schlumberger.
Model 3D litologi
Model 3D litologi[/caption]

Lithology Section
Lithology Section

Litologi model fence
Litologi model fence