This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Showing posts with label seismik. Show all posts
Showing posts with label seismik. Show all posts

Monday, 1 February 2016

Pengolahan Data Seismik 3D Lapangan ”X” Menggunakan Perangkat Lunak Paradigm”

Muhamad Defi Aryanto
Jurusan Fisika FMIPA, UNS



Abstrak
Pemrosesan data seismik merupakan slah satu tahapan dalam metode seismik eksplorasi tujuan dilakukan pengolahan data seismik yaitu untuk menghasilkan penampang seismik dengan Signal to noise yang baik . Tahapan dalam pengolahan data seismik terdiri dari preprocessing, main processing dan post processing. Pada makalah ini menjelaskan tentang pengolahan data seismik 3D di lapangan x menggunakan software paradigm. Tahapan yang dilakukan pada prosessing data seismik ini yaitu. Initial geometry, filtering, dekonvolusi, analisa kecepatan koreksi residual dan Migrasi. Hasil dari pengolahan data seismik yaitu penampang seismik 3D yang telah melalui tahapan Prestack time migration. Metode migrasi yang digunakan yaitu kirchoff migration.


Kata kunci : seismik, Pengolahan data, PSTM

full text Download:

Saturday, 21 November 2015

Karakterisasi Reservoar Menggunakan Seismik Inversi Simultan untuk Menentukan Penyebaran Reservoar Hidrokarbon

Muhamad Defi Aryanto1), Darsono1) Julikah 2) Humbang Purba2)
1)Jurusan Fisika FMIPA Universitas Sebelas Maret Jl. Ir Sutami,36 A, Surakarta
2)Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi “LEMIGAS

Jl. Ciledug Raya, Kav. 109, Cipulir, Kebayoran Lama, P.O. Box 1089/JKT, Jakarta Selatan 12230 INDONESIA

ABSTRAK
Analisis karakterisasi reservoar dilakukan untuk mengidentifikasi litologi dan kandungan fluida di Formasi Talang Akar Cekungan Sumatra Selatan. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode inversi simultan. Data yang digunakan pada penelitian ini adalah angel gather dan data log di sumur Puja A dan Puja B. Parameter elastis yang dihasilkan dari inversi simultan adalah Impedansi P, Impedansi S dan Vp/Vs rasio. Parameter lambda-Rho dan Mu-Rho  diturunkan dari impedansi P (Ip) dan impedansi S (Is). Lambda-Rho sensitif terhadap perubahan fluida sedangkan Mu-Rho sensitif terhadap perubahan litologi. Pada penelitian ini, target reservoarnya adalah Formasi Talang Akar yang mengandung gas dan memiliki nilai Lambda-Rho   antara 5-15 (GPa*g/cc)  dan nilai Mu-Rho 35-45 (GPa*g/cc). Perbandingan kecepatan gelombang P (Vp) dan gelombang S (Vs) ketika melewati fluida dapat digunakan sebagai indikator untuk mengetahui kandungan fluida. Batuan yang mengandung gas memiliki nilai Vp/Vs lebih rendah dibandingkan dengan batuan yang mengandung air. Pada penelitian ini zona yang mengandung gas memiliki nilai Vp/Vs 1,5-1,7.

Kata Kunci : Inversi simultan, Lambda-Rho, Mu-Rho, Vp/Vs

ABSTRACT
Reservoir characterization analysis has been carried out for identifying lithology and fluid content on Talang Akar Formation in South Sumatra Basin. Robust method that being used in this study is the simultaneous inversion which uses pre-stack gather and well log data from Puja A and Puja B. Elastic parameters  resulted from simultaneous inversion  are P Impedance, S Impedance and Vp / Vs ratio. Lambda-Rho parameter  and Mu-Rho derived from P impedance (Ip) and S impedance (Is). Lambda-Rho describes  sensitively fluid content while Mu-Rho dominantly lithology. Area of interest in this study was Talang Akar Formation as reservoir which contains gas with Lambda-Rho  between 5-15 (GPa*g/cc) and Mu-Rho  35-45 (GPa*g/cc). The ratio of P wave (Vp) and S wave (Vs) can be used as an indicator to determine  fluid saturation. Gas saturated rock has value of Vp / Vs lower than the water saturated rock. In this study, the ratio of  Vp / Vs is 1.5-1.7 for gas saturated rock.

Keyword: Simultaneous Inversion, Lambda-Rho, Mu-Rho, Vp/Vs

Monday, 23 February 2015

Gelombang P dan Gelombang S

Berdasarkan medium perambatanya gelombang terbagi menjadi dua yaitu gelombang badan dan gelombang permukaan. Pada kesempatan ini saya akan menjelaskan secara singkat mengenai gelombang badan atau body wave. Gelombang badan merupakan gelombang yang arah perambatanya keseluruh bagian dalam bumi. Berdasarkan arah perambatanya gelombang badan terbagi menjadi dua yaitu gelombang kompresi yang biasa disebut dengan gelombang P dan gelombang geser atau gelombang S. Gelombang P merupakan gelombang yang bergerak searah dengan arah rambatnya (longitudinal). Gelombang P dapat merambat disemua medium cair dan padat. Gelombang S merupakan serangkaian gerak partikel dibawah permukaan dengan arah geraknya tegak lurus dengan arah penjalaran gelombang. Gelombang S tidak dapat melewati medium fluida karena medium tersebut memiliki elastis yang kecil sehingga dalam waktu singkat akan berubah dalam bentuk semua. berikut ini merupakan ilustrasi dari gelombang S.

Gelombang P dan Gelombang S
Gelombang P dan Gelombang S
Dalam eksplorasi minyak dan gas bumi kegunaan kedua gelombang tersebut sangat penting. Perkalian antara gelombang P dan densitas batuan dapat menghasilkan impedansi akustik. Impedansi akustik ini merupakan parameter fisika yang digunakan untuk menentukan litologi batuan. Jika melewati batuan yang terisi oleh fluida kecepatan gelombang akan menurun. Dengan melihat respon kurva dari kecepatan gelombang P ini maka dapat mengethui daerah mana saja yang terisi oleh fluida. Selain gelombang P, eksplorasi minyak dan gas bumi juga menggunakan gelombang S. Karena sifat dari gelombang S ini tidak terpengaruh oleh kehadiran fluida maka rasio antara Vp/Vs sangat baik digunakan untuk indikasi keberadaan hidrokarbon terutama gas.
Kegunaan dari gelombang P dan gelombang S yang lain adalah adalah untuk menghitung sifat fisika batuan seperti inkompresibilitas batuan, rigiditas batuan, poisson rasio dan modulus young. Pada saat akuisisi dilapangan ada beberapa perusahaan tidak melakukan pengukuran secara langsung gelombang S. Namun, kecepatan gelombang S dapat diprediksi dari kecepatan gelombang P dengan menggunakan beberapa persamaan diantaranya : persamaan Castagna, metode Gasmann,Metode Lee, metode Xu-White.
Secara matematis Gelombang P dan Gelombang S dapat diturunkan dari sifat elastis batuan. berikut ini merupakan Penurunan kecepatan gelombang P dan gelombang S yang diambil dari buku Yilmaz (penurunan Vp dan Vs)

Friday, 9 May 2014

Penerapan filter pada data seismik

Proses menghilangkan noise dengan menggunakan filter sering dilakukan pada saaat melakuakan presessing data seismik. Data yang terekam oleh geophone tidak hanya sinyal yang berasal dari reflekstor namun ada juga noise. Baik noise koheren ataupun noise non koheren adanya noise ini dapat mempengaruhi hasil penampang seismik. Jenis filter yang dapat digunakan yaitu filter bandpass filter, trapezodial filter, notch filtering dan Spectrum band pass filtering. Pada kesempatan ini saya akan mengupas tentang bandpass filter dengan menggunakan software paradigm.

Sebelum melakukan filtering terlebih dahulu menganalisa kandungan noise yang terbawa bersamaan dengan sinyal seismik, pengambilan frekuensi dapat dilakukan dengan mengambil sample dari data gather kemudian dianalisa menggunakan spectral analisys dari analisa tersebut dapat diketahui besarnya noise yang terbawa bersama sinyal seismik. Menurut Yilmaz sinyal seismik berada pada frekuensi 10-70 Hz, sedangkan dari hasil analisis spektrum trace seismik memiliki frekuensi 0 – 100 Hz. Dari hasil ini dapat diketahui noise tertinggi berada di frekuensi lebih dari 100 Hz sedangkan frekeuensi terendah dibawah 10 Hz.

Setelah mengetahui letak noise yang terbawa sinyal seismik kemudian memilih filter yang akan digunakan pada penelitian ini menggunakan trapezodial filter parameter yang digunaka sebagai berikut :


TS


TF


F1


F2


F3


F4


0


500


9


15


70


75


500


1350


9


15


67


73


1050


1500


9


15


64


70


1500


1750


9


14


61


67


1750


2300


8


12


55


64


2300


3000


5


11


52


55


Pengertian dari parameter tersebut yaitu TS merupakan waktu dimulainya  dilakukan filter sedangkan untuk TE merupakan waktu terakhir dilakukan filter. F1 merupakan  cut off bawah berarti frekuensi dibawah nilai F1 dihilangkan karena merupakan noise yang terbawa sinyal seismik sedangkan F4 cut off atas berarti frekuensi diatas nilai F4 di hilangkan sedangkan F2 dan F3 merupakan frekuensi yang diloloskan

data CDP sebelum di filter (kiri). Sesudah difilter
data CDP sebelum di filter (kiri). Sesudah difilter
Spektrum amplitudo sebelum dilakukan filter
Spektrum amplitudo sebelum dilakukan filter


Spektrum amplitudo setelah dilakukan proses filter
Spektrum amplitudo setelah dilakukan proses filter
Hasil dari proses filtering dapat dilihat pada gamabr 1 dari gambar tersebut tidak terlihat lagi groundroll karena sudah ter attenuasi, dan trace gather semakin jelas. Pada gamabr 2 menampilkan spektrum amplitudo sebelum dilakukan filter (a)  dan sesudah dilakukan filter (b), setelah dilakuakn filter frekuensi dibawah 10  Hz dan diatas 70 Hz hilang

Kelemahan dari proses ini yaitu tidak bisa menghilangkan noise-noise yang memiliki frekuensi-frekuensi yang sama dengan sinyal. Oleh karena itulah akan dilakukan proses FKFILT untuk mengatasi problem tersebut. FKFILT juga dapat menjadi QC apakah frekuensi bandpass yang dimasukkan sudah tepat/tidak. Hal ini akan dijelaskan nanti.