This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Showing posts with label neutrino. Show all posts
Showing posts with label neutrino. Show all posts

Wednesday, 11 May 2011

AKSELATOR LINIER (LINAC)

Sistem pengaturan atau kendali merupakan salah satu bagian penting dari suatu proses dalam industri modem, seperti halnya pesawat akselerator linear yang digunakan sebagai terapi kanker yang memerlukan suatu sistem yang dapat mengatur jalanya operasi agar lancar clan aman sesuai dengan aturan-aturan besaran yang dikehendaki clan agar terhindar dari bahaya yang mungkin terjadi.

Akselerator linear merupakan salah satu jenis akselerator dengan prinsip kerja mempercepatpartikel bermuatan (elektron) dalam lintasan garis lurus oleh medan listrik yang berosilasi(8), Keluaran daTi akselator linear adalah elektron atau konversi-nya (sinar-X) yang digunakan sebagai terapi kanker, maka salah satu parameter kendali yang digunakan pacta akselator tersebut adalah laju dosis yaitu besamya arus partikel perluasan persatuan waktu yang ditembakkan pacta suatu target,

Sunday, 10 April 2011

Hipotesa Yang Mendukung Bahwa Di Inti Atom Ada Elektron

Hipotesis Neutrino

Dari eksperimen yang telah dilakukan berkaitan dengan peluruhan beta ini, yaitu

  1. Spin intrinsik proto, netron dan elektron masing-masing bernilai ½. Jika terjadi peluruhan netron (spin ½), gabungan spin proton dan elektron hasil peluruhan bisa sejajar (spin total = 1) atau  berlawanan (spin total 0), dan tidak ada kemungkinan spin totalnya ½. Oleh karena itu, proses peluruhan ini tampaknya melanggar hukum kekekalan momentum sudu.

  2. Persoalan  energi beta. Dari pengukuran elektron yang dipancarkan didapatkan bahwa spektrum energinya kontinyu dari 0 hingga nilai maksimum K e(max) Menurut perhitungan dalam peluruhan netron, nilai Q = (mn - mp - me )c2 = 0,782 MeVPersoalan distribusi energi yang kontinyu ini (karena adanya beberapa energi yang hilang), dicoba dipecahkan oleh para fisikawan eksperimen sebelum tahun 1930, tapisemuanya tidak berhasil.