Energi pans bumi telah dimanfaatkan untuk pembangkit listrik di italia sejak tahun 1913 dan di New Zealand sejak tahun 1958. Pemanfaatan energi panas bumi untuk sektor non listrik di Iceland sekitar 70 tahun. Meningkatnya kebutuhan akan energi serta meningkatnya harga minyak kususnya pada tahun 1973 dan 1979, telah memicu negara-negara lain termasuk Amerika Serikat untuk mengurangai ketergantungan mereka pada minyak dengan cara memanfaatkan energi panas bumi. saat ini energi pnas bumi telah dimanfaatkan untuk pembangkit listrik di 24 Negara, termasuk indonesia. selain dimanfaatkan uuntuk pembangkit listrik fluida panas bumi dimanfaatkan untuk pemanas ruangan, pemanas air, pemanas rumah kaca, pengeringan hasil produk pertanian pengeringan kertas dan lain -lain. .tahun 2005,24 negara menghasilkan total 56.786 gigawatt-hour(GW.h) listrik dari tenaga panas bumi terhitung 0,3 % dari konsumsi listrik di seluruh dunia. Output yang dihasilkan sebesar 3% pertahun, dikarenakan penambahan jumlah instalasi dan perbaikan dalam sektor kapasitas. Karena tenaga panas bumi tidak bergantung pada variabel energi lain seperti angin atau matahari, faktor kapasitasnya bisa sangat besar mencapai 96%.
System panas bumi di Indonesia umumnya merupakan system hidrotermal yang mempunyai temperatur tinggi (>225oC), hanya beberapa diantaranya yang mempunyai temperature sedang. Reservoir panas bumi di Sumatra terdapat di dalam batuan sedimen dan ditemukan di kedalaman lebih dangkal. System panas bumi di pulau Sumatra umumnya berkaitan dengan kegiatan gunung api Andesitisriolitis yang disebabkan oleh sumber magma yang bersifat lebih asam dan lebih kental.
Reservoir di pulau Jawa umumnya lebih dalam dan menempati batuan vulkanik. System panas bumi di pulau Jawa, nusa tenggara dan Sulawesi umumnya berasosiasi dengan kagiatan vulkanik bersifat Andestis-Basaltis dengan sumber magma yang lebih cair karakteristik geologi di ujung utara pulau Sulawesi memperlihatkan kesamaan karakteristik di pulau Jawa.
Perkembangan pemanfaatan panas bumi di Indonesia
Usaha pencarian energi panas bumi dimulai sejak tahun 1915 pertama kali dilakukan di Kawah Kamojang dan pada tahun 1926- 1929 lima sumus eksplorasi di bor mulai tahun 1927 kegiatan eksplorasi panas bumi di indonesia dilakukan secara luas. Direktoret vulaknologi dan pertamina, dengan bantuan pemerintah prancis dan New Zealand melakukan survay pendahuluan di seluruh wilayah Indonesia menghasilkan 217 prospek panas bumi.






0 comments:
Post a Comment